⛄ Permainan Tradisional Jarang Dipertandingkan Karena
PengembanganPermainan Tradisional Menjadi Game Pada Lem baga Pendidikan Anak Usia Dini DOI: 10.31004/0bsesi.v6i6.1912 Saat ini penggunaan rotan sebagai alat bermain sudah jarang ditemukan sejak alat permainan Hulnhoop dari plastik dipatenkan Albert Hill pada tahun 1871 (Bull et.al., 1999). mengembangkan permainan Simpai karena dua
Darihal itulah kemudian kita mengenali berbagai jenis olahraga yang juga dipertandingkan dalam kancah nasional ataupun internasional seperti olahraga atletik, olahraga beladiri, olahraga air, olahraga permainan seperti sepak bola, basket, voli, bulu tangkis, tenis, dan lain sebagainya.
Gempuranpermainan modern secara online (internet) membuat olahraga dan permainan tradisional semakin ditinggalkan. Anak-anak di berbagai daerah sudah semakin jarang melakukan olahraga tradisional karena lebih tertarik bermain game online di internet, Playstation, dan handphone (telepon genggam).
bqrQ2sy.
Jawa Barat kaya akan keberagaman angklung sampai wayang cepot, semua menggambarkan ciri khas Jawa Barat yang sesungguhnya. Salah satu kebudayaan asli Jawa Barat yang masih patut dikenang adalah permainan tradisional. Seiring perkembangan zaman, keberadaan permainan tradisional khas Jawa Barat mulai ditinggalkan. Hadirnya game online diduga menjadi salah satu penyebab peminat permainan tradisional semakin minim. Akibatnya sebagian orang merasa bermain permainan tradisional itu ketinggalan zaman dan dianggap membosankan. Maka dari itu, bermain permainan tradisional tidak hanya sekadar bermain sampai selesai. Kita juga patut untuk ikut melestarikan permainan tradisional agar dapat diperkenalkan ke generasi selanjutnya. Berbeda dengan permainan di era sekarang ini yang serba teknologi, permainan tradisional tidak memerlukan peralatan canggih dan tinggal mencari bahan seadanya untuk membuat permainan sendiri tanpa ribet. Kemudian ajak teman-teman sekitar rumah untuk ikut bermain bersama biar meramaikan suasana permainan tradisional seperti dulu kala. Manfaat dari bermain permainan tradisional yaitu diajarkan untuk memahami strategi, kekompakan, dan belajar arti kehidupan di luar rumah. Di luar itu, kamu bisa menambah pertemanan sekaligus belajar arti kekalahan ataupun kemenangan dari permainan tradisional sehingga kebiasaan displin sudah ditanamkan sejak dini. Jadi, bermain permainan tradisional terasa menyenangkan dan mengenalkanmu pada dunia luar agar tidak menjadi kaum malas gerak ataupun hanya berdiam diri di rumah saja. Biar tidak penasaran, berikut ini sembilan permainan tradisional khas Sunda yang wajib kamu mainkan dari sekarang. 1. Tokecang. Foto Tokecang atau lebih disebut sebagai tokek makan kacang adalah permainan yang populer di Indonesia. Cara memainkan Tokecang cukup mudah, yaitu setiap orang harus saling berhadap-hadapan dengan berpasang-pasangan sambil berpegangan tangan. Biar tambah seru, menyanyikan Tokecang adalah tradisi yang pantang untuk dilewatkan. Tujuannya agar menghilangkan rasa bosan sekaligus relaksasi pikiran dari aktivitas yang padat. Setelah menyanyikannya, setiap pasangan harus berbalik arah sambil memutarkan tangannya hingga ke belakang barisan. Apabila sudah memasuki sapariuk kosong maka setiap pasangan wajib mengangkat tangan sebagai tanda selesai. Jika masih dilanggar maka menyanyikan Tokecang sampai selesai adalah hukuman yang wajib diterima. Sebagai info, makna di balik tokecang adalah kamu tidak boleh berbuat rakus atau tamak dalam mengambil kesempatan. Prinsip utamanya wajib berbagi pada sesama tentang ilmu yang dipelajari dan jangan menganggap diri sebagai orang yang superior di antara orang lain. Anggap saja bermain tokecang itu seperti belajar berbagi kebaikan. 2. Gobak sodor. Foto Pada umumnya gobak sodor dimainkan oleh dua grup dengan anggota masing-masing 3-5 orang. Kedua grup tersebut di antaranya adalah tim jaga dan tim lawan. Sebagai tim jaga, setiap peserta harus menjaga garis wilayahnya biar tidak ditembus oleh lawan. Sementara tim lawan harus bersusah payah untuk melewati pertahanan tim jaga dengan syarat dilarang berada di wilayah start. Dalam menentukan siapa juaranya, tim lawan bisa dinyatakan sebagai pemenang jika salah satu anggotanya bebas dari sentuhan tim jaga dan sukses menembus garis finish. Tidak mau kalah dari mereka, tim jaga bisa meraih kemenangan jika berhasil menahan langkah tim lawan dengan rapat tanpa kecolongan. Sebagai pembelajaran, gobak sodor menanamkan artinya kedisplinan sejak dini, yaitu harus mengambil kesempatan secepat mungkin sebelum direbut oleh orang lain dan jangan terlambat dalam mengambil keputusan. Jadi, bermain gobak sodor harus mengutamakan strategi jitu dan kekompakan tim. 3. Pepeletokan. Foto Ingin merasakan perang-perangan ala film Rambo? Pepeletokan solusinya! Senjata yang terbuat dari batangan bambu ini sangat familiar di kalangan anak-anak. Mereka biasanya memainkan pepeletokan di saat menjelang magrib. Bunyinya yang meletup serta pelurunya berbahan dasar adonan kertas atau biji jambu menggambarkan ciri khas pepeletokan. Sama seperti menembak, kamu tinggal memasukkan peluru ke dalam lubang larasnya lalu memintal kecil pelurunya dengan didorong sampai ke ujung laras. Biar menembaknya semakin leluasa, kamu tinggal mengisi ulang peluru lagi lalu mengarahkan sasarannya dengan tepat. Agar suaranya terdengar nyaring, tambahkan juga daun pandan dengan dilipat kerucut. Kemudian jangan lupa tusukkan pelatuknya sampai sekuat tenaga. Ingat, sasarannya jangan sampai mengenai mata karena kalau kena mata maka bisa berakibat kebutaan permanen. Jadi bermain pepeletokan harus tahu sasarannya terlebih dahulu supaya tidak asal main tembak. 4. Jajangkungan. Foto Mirip dengan egrang, jajangkungan adalah permainan yang menguji ketahanan, terutama untuk keseimbangan tubuh. Dengan mengandalkan bambu yang ukurannya setinggi orang dewasa, kamu harus menaikinya sesuai kemampuan. Biar dianggap lebih kuat, pegang bambunya sekuat tenaga sambil jalan perlahan-lahan. Jangan lupa juga pedalnya diinjak sebagai media pertahanan. Agar semakin menarik, jajangkungan bisa dimainkan secara berpasangan. Langkah pertamanya adalah balapan jajangkungan sampai jauh. Berbeda dari yang lain, peserta boleh menendang bambu sepuasnya asalkan jangan membuat lawan jatuh, apalagi cedera. Yang jelas jajangkungan mengutamakan ketahanan fisik dan persaingan sehat tanpa saling mencela satu sama lain. Sekadar mengingatkan, hanya segelintir orang saja yang mampu menaiki engrang selama beberapa jam. Tipe ini biasanya dihuni oleh orang-orang dengan kaki yang kokoh seperti besi. Sementara yang lainnya hanya berkisar satu detik saja sehingga mudah terjatuh dan tidak jarang pernah merasakan cedera lutut saat pertama kali bermain jajangkungan. Intinya adalah bermain jajangkungan harus siap jatuh dan perlu ketahanan fisik kuat. 5. Pacublak-cublak uang. Foto Berbeda dengan saweran yang didominasi oleh orang dewasa, anak-anak juga tidak mau ketinggalan dalam urusan uang. Perbedaannya adalah mereka tidak menyebarkan uang di tanah melainkan hanya mengucapkan uang sebagai tanda dimulainya pacublak-cublak uang. Jadi jangan anggap mereka lagi bagi-bagi uang, ya! Sebagai langkah awal, anak-anak mulai berkumpul membentuk lingkaran lalu salah satu dari mereka berperan sebagai jojodog yang bertugas untuk memegang barang sambil membungkuk di tengah barisan. Sembari mengepalkan tangan ke arah jojodog, anggota lainnya wajib menyanyikan lagu Pacublak-cublak Uang dengan kompak. Sebagai tambahan, setiap anggota diberi batu kecil untuk menjawab barang yang disembunyikan oleh jojodog supaya ketahuan hasilnya. Jika tebakannya benar maka anggota yang menjawabnya harus mendapat giliran serupa. Apabila tebakannya salah maka harus diulangi lagi sampai jawabannya benar. Yang jelas pacublak-cublak uang mengajarkan kita tentang arti membaca pikiran orang lain dan melatih mental supaya lebih berani dalam menghadapi tantangan hidup. 6. Paciwit-ciwit lutung. Foto Paciwit-ciwit lutung adalah permainan yang paling unik di antara permainan lainnya. Mencubit tangan teman dari bawah hingga ke atas adalah ciri khas dari paciwit-ciwit lutung yang sesungguhnya. Walaupun menimbulkan rasa sakit, efek cubitannya malah terasa enak dan rasanya seperti digigit semut. Belum lagi kalau ditambah dengan pegalnya lengan akibat keasyikan bermain paciwit-ciwit lutung. Pokoknya tambah seru deh bagi kamu yang berjiwa pemberani! Manfaat dari paciwit-ciwit lutung adalah kamu merasakan bagaimana hidup berada di atas sebagai orang sukses dan berada di bawah sebagai orang yang baru merintis karier. Ibaratnya adalah kamu merasakan penderitaan pahit orang lain sekaligus mulai berpikir kreatif dari sekarang agar dapat dihargai oleh orang lain dengan segudang prestasi. 7. Sorodot gaplok. Foto "Melempar batu adalah jalan ninjaku," begitulah ungkapan pemain sorodot gaplok yang merasakan sensasi melempar batu tanpa rasa sakit. Dibandingkan dengan permainan tradisional lain, bermain sorodot gaplok memang gampang-gampang susah. Sembari menaruh batu di atas punggung kaki, kamu harus melemparkannya ke batu lawan. Cara termudahnya adalah mendekati garis lempar dengan gaya engklek atau badan sedikit menunduk. Jika gagal mengenai batu lawan maka sebaiknya melempar lagi sampai batu lawan benar-benar jatuh. Biar lebih mudah, posisi jongkok dan melemparkan batu lewat kolong kaki adalah pilihan dalam menjatuhkan batu secara bersamaan. Syaratnya adalah harus tepat sasaran dan konsentrasi. Pemenang akan ditentukan jika semua batu lawan dijatuhkan tanpa tersisa sedikit pun. Kalau tidak ada pemenang maka tim penjaga yang akan ambil alih tim utama sorodot gaplok. Sekedar mengingatkan, sorodot gaplok mengajarkan tentang kepimimpinan, kreativitas, dan meningkatkan jiwa sportivitas tanpa kericuhan. 8. Ngadu karbit. Foto Sama halnya dengan pepeletokan, ngadu karbit adalah permainan favorit di bulan Ramadan. Meriam yang terbuat dari pohon kapuk ini sering mengeluarkan dentuman yang bunyinya hampir mengalahkan suara konser musik rock. Rahasianya adalah meriamnya selalu ditutupi oleh ilalang sebagai penahan panas dan nantinya suara yang dihasilkan bakal terdengar keras dan besar. Meskipun terasa menyenangkan, ngadu karbit sangat tidak baik untuk kesehatan. Dampaknya adalah terjadinya gangguan pendengaran pada telinga dan mendadak serangan jantung. Jadi berhati-hatilah dalam bermain ngadu karbit dan disarankan berada di tempat aman biar tidak menimbulkan kebisingan.
Oleh Yopi Nadia, Guru SDN 106/IX Muaro Sebapo, Muaro Jambi, Provinsi Jambi - Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, sehingga masing-masing daerah memiliki kekhasan masing-masing, mulai dari pakaian tradisional, rumah adat, makanan khas, termasuk permainan tradisional. Dalam permainan yang menyenangkan, anak dapat mengungkapkan imajinasinya dengan bebas. Dengan demikian, kegiatan bermain dapat dijadikan sarana dalam mengembangkan kreativitas anak. Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, permainan tradisional kini sudah jarang sekali ditemukan. Semua tergantikan dengan permainan games yang ada di gadget. Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus terus melestarikan permainan tradisional agar keberadaannya tidak hilang begitu saja. Baca juga Permainan Tradisional Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Nilainya Berikut ini macam-macam permainan tradisional dari Indonesia Gasing Permainan tradisional gasing yang sudah ada sejak zaman kuno ini umumnya dimainkan oleh anak laki-laki. Permainan ini terbuat dari kayu dan bentuknya unik seperti bawang merah besar namun memiliki pentolan di atasnya. Cara bermainnya pun sangat mudah dengan menggunakan tali yang terbuat dari kulit pohon yang dililit pada pentolan gasing kemudian dilempar sekuat-kuatnya ke tanah. Biasanya tiap orang memiliki teknik khusus agar gasingnya dapat berputar paling lama. Dalam perlombaan, gasing tidak boleh keluar dari garis yang sudah ditentukan dan gasing yang berputar paling lama adalah pemenangnya. Jenis kayu yang biasanya digunakan untuk membuat gasing yaitu menggeris, pelawan, kayu besi, leban, mentigi, dan sejenisnya. Seiring dengan berkembangnya teknologi, gasing saat dibuat lebih modern dan lebih menarik lagi dengan tampilan yang elegan. Gatrik Shutterstock/Dhafi-kk Gatrik, permainan tradisional asal Jawa Barat Permainan tradisional gatrik adalah permainan yang menggunakan dua batang bambu. Sebelumnya, dua batang bambu diiris tipis dengan panjang yang berbeda. Bambu satu berukuran kurang lebih 30 sentimeter dan bambu yang lain berukuran kira-kira 15 sentimeter. Selain dua batang bambu, dalam permainan gatrik juga dibutuhkan dua buah batu bata. Batu bata ini digunakan sebagai penopang bambu yang berukuran lebih pendek. Untuk bermain gatrik, kumpulkan teman-teman dengan jumlah genap, setidaknya 6 sampai 8 anak. Jumlah ini kemudian dibagi menjadi dua kelompok. Aturan bermain gatrik sangat mudah dan sederhana. Dua kelompok masing-masing memiliki tugas. Kelompok 1 bertugas melempar bambu, sedangkan kelompok yang lain bertugas menangkap bambu. Jika bambu berhasil ditangkap oleh lawan main, itu artinya pemain bisa bertukar posisi. Menang atau kalah dalam permainan gatrik, ditentukan dengan jumlah poin. Bagi kelompok yang memiliki banyak poin, itulah yang menang. Baca juga Mengenal Permainan Tradisional Gobak Sodor Engklek Ilustrasi permainan tradisional Engklek atau gacok merupakan permainan tradisional di Indonesia yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Gacok dapat berupa batu atau keramik yang besarnya berkisar 5-7 cm atau lebih, yang dibuat pipih dan tidak tajam. Aturan dalam permainan ini yaitu batasi lokasi bermain dengan garis kotak-kotak menggunakan kapur atau batu bata. Buat enam kotak dari atas ke bawah. Pada kotak kelima, buat lagi kotak kanan dan kiri sehingga membentuk seperti huruf T. Pemain boleh dua orang atau lebih. Pemain harus melempar batu dari kotak terdekat atau kotak pertama. Jika batu tidak meleset, pemain boleh melanjutkan dengan melangkahi kotak pertama sambil jinjit satu kaki. Siapa yang sampai ke kotak akhir terlebih dahulu, adalah pemenangnya. Egrang JULIUS Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan olahraga balap lari dengan egrang. Ini salah satu nomor dalam olahraga tradisional di Kulon Progo. Olahraga ini awalnya diperkenalkan lewat pelajaran ekstra sekolah sekian lama lantas sekarang dipertandingkan secara terbuka antar sekolah. Egrang adalah permainan tradisional yang awalnya populer di daerah Jawa Barat. Itulah sebabnya permainan ini menjadi permainan tradisional khas Jawa Barat daerah Sunda. Karena seru dan menarik, permainan tradisional egrang kemudian banyak diminati oleh masyarakat dari daerah-daerah lain di Jawa. Bermain egrang menggunakan sepasang bambu, lalu dibuat tumpuan sebagai alas kaki. Oleh sebab itu, anak-anak boleh meminta bantuan orang dewasa dulu untuk membuatnya. Bagian tersulit dalam permainan egrang adalah menjaga keseimbangan tubuh. Untuk itu, pemain egrang perlu berlatih dengan sabar dan tekun. Baca juga Perahu Jong, Permainan Tradisional asal Riau Gundu SHUTTERSTOCK Ilustrasi anak bermain. Bermain kelereng sering juga disebut dengan permainan gundu atau guli. Di daerah Jawa, permainan ini disebut bermain nekeran, di Palembang disebut ekar, dan di Banjar disebut cracker. Permainan ini banyak diminati oleh anak laki-laki, tetapi kadang anak perempuan ikut bermain dalam permainan ini adalah buatlah sebuah lingkaran dan letakkan semua kelereng dalam lingkaran. Secara bergiliran, pemain harus membidik kelereng dari luar lingkaran. Kelereng hasil bidikan yang keluar dari lingkaran akan menjadi milik pemain. Syaratnya, kelereng yang digunakan untuk membidik tidak boleh berhenti dalam lingkaran Layangan Ilustrasi permainan tradisional, layang-layang Permainan tradisional ini populer di kalangan anak laki-laki. Layangan mempunyai nama lain, seperti layang-layang atau wau. Layangan merupakan lembaran tipis berkerangka yang diterbangkan oleh pemainnya ke udara di area yang lapang. Untuk mengendalikan layangan, ada seutas benang yang dipegang pemain. Permainan permainan tradisional ini memanfaatkan kekuatan angin untuk menerbangkannya sehingga umumnya dimainkan saat musim kemarau, di mana angin berembus cukup kencang. Selain sebagai permainan anak-anak, layang-layang dipakai dalam acara ritual tertentu, biasanya berkaitan dengan budaya pertanian. Di beberapa daerah, layang-layang dipakai sebagai alat bantu memancing dan menjerat kelelawar. Permainan permainan tradisional layangan minimal dimainkan oleh dua orang dan semakin banyak, akan semakin seru. Baca juga Nilai-Nilai pada Permainan Tradisional dan Cara Melestarikannya Kucing-Kucingan Ramdani Permainan tradisional kucing-kucingan Permainan kucing-kucingan merupakan permainan tradisional masyarakat Jawa yang sudah dikenal sejak lama, sekitar tahun 1913. Permainan kucing-kucingan ini seperti menceritakan kehidupan seekor kucing yang selalu kejar-kejaran dengan musuhnya seekor tikus. Cara bermain permainan ini yaitu dipilih dua orang, di mana satu orang menjadi kucing dan satu orang menjadi tikus. Setelah ditentukan kucing dan tikusnya, pemain yang lainnya membentuk lingkaran sambil berpegangan tangan, menjadi tikus dari kejaran sang kucing. Jadi, tikus harus menyelamatkan diri dari kejaran sang kucing. Permainan ini seru dengan adanya aturan para tikus tidak bisa ditangkap jika sedang jongkok. Jika sedang jongkok dilarang berdiri sendiri kecuali dibantu teman untuk berdiri dengan menempelkan tangan kepada temannya. Jika tikus tertangkap, tikus bergantian menjadi kucing selanjutnya. Permainan ini sangat seru jika dimainkan dengan banyak orang. Permainan kucing-kucingan ini juga tidak mengenal batasan usia karena bisa dimainkan oleh siapa pun. Congklak Ilustrasi permainan congklak Permainan yang dimainkan dua orang ini cukup populer di tanah Jawa. Orang Jawa menyebutnya dengan bermain dakon, sedangkan warga Sumatera menamainya congklak. Permainan ini disebut dentuman di Lampung dan mokaotan di Sulawesi. Permainan ini menggunakan papan kayu yang diberi lubang sesuai kebutuhan. Biji congklak bisa berupa biji-bijian atau kerikil kecil. Jumlah biji-bijian congklak beragam, sesuai kebutuhan permainan. Dua baris lubang pada papan congklak berjumlah 14 dengan masing-masing pemain punya 7 lubang. Satu lubang berisi 4 biji congklak. Ada dua lubang besar di bagian ujung papan untuk menyimpang biji yang tersisa. Baca juga Permainan Rangku Alu Asal-usul dan Cara Bermainnya Aturan dalam permainan congklak adalah pemain pertama membagikan biji dari satu lubang ke lubang lain, termasuk milik lawan. Jika biji terakhir berakhir di lubang yang masih ada biji congklak, biji tersebut diambil dan disebarkan kembali pada lubang lainnya. Namun jika biji terakhir jatuh pada lubang yang kosong, pemain dianggap "mati" atau berhenti sejenak. Giliran pemain lawan melakukan hal yang sama sampai ia berhenti pada lubang yang tak ada bijinya. Lompat Tali Freepikcom/Freepik Ilustrasi permainan lompat tali Permainan tradisional lompat tali biasanya digemari oleh anak perempuan. Sebelum bermain lompat tali, siapkan karet gelang yang disambung satu per satu hingga menjadi panjang dan ujung karet masing-masing diikat. Permainan permainan tradisional ini biasanya dimainkan lebih dari dua orang karena untuk memegang tali dibutuhkan dua orang. Namun, jika kekurangan pemain atau tali tidak ingin dipegang, tali bisa diikatkan ke tiang atau pohon. Cara memainkan permainan tradisional ini dimulai dengan posisi tali paling rendah. Para pemain melompati tali tersebut. Jika sudah berhasil tali dinaikkan lebih tinggi hingga sejengkal diatas kepala. Jika tidak bisa melompati pada ketinggian diatas kepala maka pemain harus mengulang dari posisi paling rendah mengulang dari awal. Baca juga Bola Kasti Sejarah, Aturan Permainan, dan Ukuran Lapangannya Petak Umpet Ilustrasi petak umpet Petak umpet merupakan permainan tradisional yang sangat sederhana karena tidak menggunakan alat bantu. Petak umpet semakin seru jika dimainkan oleh banyak orang. Cara bermain petak umpet dimulai dengan salah seorang yang menutup mata dan yang lainnya bersembunyi. Pemain yang “jaga” akan menghitung sampai jumlah bilangan tertentu untuk memberi kesempatan pemain lain agar bersembunyi. Setelah waktu habis, pemain yang “jaga” akan mencari teman-temannya yang bersembunyi hingga semuanya ditemukan. Teman yang pertama kali ditemukan nantinya yang akan kebagian “jaga”. Jika semua sudah ditemukan, selanjutnya permainan pun berulang. Giliran yang “jaga” harus mencari teman yang sedang bersembunyi. Baca juga Olahraga Sepak Takraw Peraturan Permainan dan Tekniknya Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
permainan tradisional jarang dipertandingkan karena